Pola Lampung Barat

Diposting pada

SITUS MEGALITIK KEBON TEBU SUMBER JAYA

Terletak di desa Purajaya, Kebon tebu dan Telaga Mukmin, berjarak 3 km dari arah Sumber Jaya (km 175). Situs terdiri dari kumpulan Menhir dan dolmen dari masa pra-sejarah. Lokasi situs ini merupakan salah satu komplek megalith terbesar di Sumatera. Dapat dicapai melalui Kotabumi dan Bukit Kemuning.

KAWASAN BATU BRAK

Kawasan Batu Brak (km 236) adalah merupakan kawasan desa tradisional Lampung yang sangat kental dengan adat dan budaya. Selain keramahtamahan penduduk, pemandangan alam sekitarnya juga sungguh menarik. Lembah batu adalah salah satu spot favorit bagi landscape fotografer. Rumah tradisional, area persawahan, lumbung padi, sumber air dan aktivitas masyarakat sehari hari memberikan nuansa alami yang menenteramkan untuk jalan-jalan menemukan tempat eksotis. Lokasi : Kecamatan Batu Brak, Kepaksian Pernong Sekala Brak – Lampung Barat +/- 10km dari Kota Liwa ke arah Bandar Lampung, tepatnya dibelakang Gedung Dalom Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak – Lampung

KAWASAN PERKEBUNAN KOPI HANAKAU

Kawasan Hanakau merupakan sentra penghasil kopi di Lampung Barat. di Area ini terdapat kebun percontohan di Pusat Penyuluhan dan Pengembangan Kopi (P3K) Hanakau, Lampung Barat dapat dijadikan tempat belajar petani untuk budidaya tanaman kopi. Para petani kopi belajar teknik bertanam kopi terutama masalah pembibitan, pemupukan, pengendalian hama, dan lain-lain disini.

P3K AEKI sebagai tempat penelitian yang terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut berlokasi di Desa Hanakau, Lampung Barat atau sekitar 250 Km dari Kota Bandarlampung memiliki luas lahan sekitar 10 hektare memiliki kebun percontohan serta kebun produksi dengan berbagai varietas kopi.

DESA TRADISIONAL KENALI

Merupakan salah satu kampung tua (km 225), dengan suasana kelokalan dan tradisinya masih dapat dijumpai dan dirasakan bagi tamu/ pengunjung yang datang. Deretan rumah-rumah tua dan asli bertiang kayu berasitektur khas. Pola arsitektur khas (manok ngeghem dll) menjadi ciri khas dengan ruangan dan veranda yang luas dan tangga rumah, pintu / jendela yang ditentukan secara khusus. Biasanya ruangan dapur menyatu dengan rumah dan lumbung padi yang terpisah.

Koleksi benda budaya dan seni tradisional masih bisa disaksikan disini. Dalam perjalanan sejarahnya pekon Kenali merupakan kampung tradisionalnya dimana didalamnya terdapat komunitas masyarakat sai batin yang dipimpin oleh pimpinan adatnya (punyimbang). Setiap permasalahan adat didiskusikan dalam suatu musyawarah adat yang dipimpin oleh seorang pemimpin adat.

DANAU RANAU

Danau Ranau merupakan Danau terbesar kedua di Sumatera, terletak di Desa Lumbok (km 286), Sukau atau 31 km dari Kota Liwa Ibukota Kabupaten Lampung Barat. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Luas Danau Ranau sekitar 8×16 km dengan latar belakang Gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari suhu berkisar 20° – 26° Celsius.

Secara geografis, topografi danau ranau adalah perbukitan berlembah, sehingga menjadikan danau Ranau memiliki cuaca sejuk. Terdapat beberapa jenis ikan hidup di danau, antara lain mujair, kepor, kepiat, dan harongan.Pemandangan seputar Danau Ranau sungguh menakjubkan.

Apaladi di tengah danau terdapat pulau bernama Pulau Marisa. Di sana juga terdapat sumber air panas. Sebagai tujuan wisata, wilayah ini kaya potensi karena masih ada objek pendukung seperti air terjun hingga resort.

Asal-Usul menurut cerita, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan itu. Lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air.Sekeliling danau ditumbuhi berbagai tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakan Danau Ranau.

Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa.

Pulau Marisa sebenarnya daratan yang terpisah dari kaki Gunung Seminung karena genangan air danau. Di daratan yang luasnya tidak lebih dari satu hektar itu terdapat pohon-pohon kelapa, dan pengunjung bisa sekadar mampir untuk menikmati keindahan secuil daratan itu.

GUNUNG PESAGI DI BELALAU

Puncak Gunung Pesagi sangat menakjubkan, ketinggian gunung ini mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut. Keindahan dan keaslian alam di sekitar Gunung Pesagi masih terjaga, hal ini merupakan suatu daya tarik tersendiri. Dari puncak gunung ini, pengunjung dapat menikmati keindahan wilayah Lampung Barat, Danau Ranau, permukiman masyarakat OKU, laut lepas Krui, dan laut lepas Belimbing.

Puncak Pesagi memiliki jalur pendakian yang menantang. Di area yang dilewati terdapat berbagai tanaman yang menarik seperti jenis anggrek yang beraneka ragam dan aneka satwa liar mulai burung hingga binatang buas. Siapapun yang melintasi kawasan ini dilarang untuk mengambil dan memetik bunga-bunga, apalagi berburu binatang. Semua pengunjung harus menjaga lingkungan, tidak boleh membuang sampah sembarangan.

Konon, di puncak Pesagi terdapat tujuh sumur, yang satu di antaranya kadangkala mengeluarkan aroma seperti minyak wangi. Tidak semua orang bisa mendapatkan air dari sumur itu. Menurut warga, hanya pendaki yang “berniat bersih” yang bisa mendapatnya. Pendaki yang tidak ramah lingkungan atau tidak memiliki niat baik, tidak akan mendapat air dari sumur itu. Puncak Pesagi terdapat di wilayah Pekon (desa) Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat.

Untuk menuju puncak Pesagi, ada dua rute yang bisa ditempuh, yaitu: alternatif pertama, pengunjung berjalan dari Pekon Bahway, berakhir 182 Kepariwisataan : Provinsi Lampung, di Pekon Hujung. Lintasan ini membutuhkan waktu tempuh normal 12 jam pergi-pulang dengan jalan kaki.

Alternatif kedua, pengunjung berjalan dimulai dan berakhir dari Pekon Hujung. Waktu tempuhnya sama dengan alternatif pertama, tidak berbeda dengan Bahway-Pekon Hujung, sama-sama 12 jam dalam kondisi cuaca normal. Kalau musim hujan, jarak tempuh lebih dari 12 jam dengan jalan kaki.

DESA WISATA HUJUNG

Desa wisata Hujung adalah kampung Asli Lampung dengan arsitektur rumah tradisonal khas terletak di Pekon (Desa) Hujung ± 29 km dari Liwa Ibukota Lampung Barat. Panorama Gunung Pesagi dan aktivitas masyarakat pekon merupakan daya tarik tersendiri selain fotography, jungle run, mendaki gunung dan menyaksikan kesenian masyarakat. CP Homestay di Desa Wisata Hujung : Ndang (081272320011), Arief (081540820141).

TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN

Kawasan ini merupakan Taman Nasional terbesar ke-3 di Pulau Sumatera dengan luas 356.800 hektar, membentang dari ujung selatan Provinsi Lampung bagian barat hingga bagian selatan Provinsi Bengkulu. Di ujung selatan Taman Nasional terdapat Danau Masyarakat yang dipisahkan dengan laut hanya oleh pasir pantai selebar puluhan meter.

Bagian tenggara, Selatan dan Barat Taman Nasional ini dikelilingi lautan, perairan Teluk Semaka Tanjung China dan Samudera Indonesia.

WISATA ALAM KUBU PERAHU

TAMAN Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menyimpan banyak keindahan alam yang spektakuler. Adalah kawasan taman Wisata Alam Kubu Perahu (km 251 / 5km dari Liwa) di Lampung Barat yang menjadi salah satu etalase spektakulasi kawasan “tanggul” Pulau Sumatera itu. Gerimicik air jatuh di bebatuan, rimbunnya daun pohon-pohon yang tumbuh secara alamiah memberi nuansa sejuk di lokasi air tejun Sepapa Kanan dan Kiri.

Ciptaan Tuhan nan indah ini berada di dalam hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Yakni, berada di wilayah Kubu Prahu Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat. Perjalanan sekitar 4 jam dari gerbang Wisata Alam Kubu Perahu menuju lokasi air terjun itu bukan sekadar perjalanan. Indahnya panorama dan kesejukan alam yang dibayangi oleh rindangnya pepohonan ditambah dengan gemuruh aliran sungai dan kicauan adalah spekta yang lain.

Nuansa alami dan indahnya pemandangan di Wisata Alam Kubu Perahu menjadikan daerah tersebut merupakan salah satu obyek wisata unggulan yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Terlebih letaknya yang tidak jauh dari pusat Kota Liwa.Selain mudah dijangkau, pengunjung juga bisa menentukan sediri tujuan wisata alam sesuai dengan keinginan.

Sebab, di dalam Wisata Alam Kubu Perahu ada tantangan lain. Di antaranya, petualangan menelusuri hutan, memancing, menikmati indahnya air terjun, dan wisata alam fauna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *